Senin, 30 September 2013

URAIAN MATERI KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN ORGANISASI




Kepemimpinan
Kepemimpinan (leadership) telah didefinisikan dengan berbagai cara yang berbeda oleh berbagai orang yang berbeda pula. Menurut Stoner, Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.

Ada tiga implikasi penting dari definisi tersebut :

Expressing of satisfaction and dissatisfaction


 Asking about satisfaction and dissatisfaction                
How do you like your room?                                      Is everything O.K?
Is everything satisfactory?                                          Are you satisfied?
Did you find our service satisfactory?                        Do you want to complain about something?
Was something not to your satisfaction?                    Are you dissatisfied with something?

Expressing Pain, Relief and Pleasure



A.    Expressing Pain

Boby                : You look very pale
Deny                : Oh, my head aches. It hurts me so much.
Boby                : You’d better go to clinic. I’ll accompany you
 




v Please, leave me alone.                         v I can’t tell my pain in words
v It brought me a lot of miseries                v My heart is so burdened
v I’m so sad to hear this                              v I’m feeling bad at this time being
B.     Expressing Relief

Minggu, 29 September 2013

Disudut Perpustakaan

Jarum kecil di arlojiku terus berlari
Berkejaran diantara angka sepuluh dan sebelas
Rasa kantuk mulai menyerbuku
Kualihkan pandangan ke semua penjuru ruang perpustakaan
Disana, ada seseorang

Kamis, 12 September 2013

Edisi September #1

1 September 2013
“Sebut Satu Kata.. Ibu”
Seorang teman :
Jauh darimu sungguh tak mudah Bu..
Menjadikanmu segalanya ditengah kabut rindu..
Gadis kertas :
Ditepi kehidupan mengupas makna yg tak ku tahu..
Selangkah lg janjiku yg tak seberapa akan kupersembahkan dikakimu..

3 September 2013
“Mr. Simple”
Gadis kertas :

“Pagi Bening”




9 September 2013 (09.33)
Gadis Kertas :
Kusingkirkan rasa ku
Hey, bukankah kau menunggu saat ini
Saat kau disalami muridmu
Lantas berhentilah bergelut dengan rasa itu !
Singsingkan lengan bajumu
Kaulah yag akan membantu mereka menetapkan langkah
Membangun impian

Minggu, 08 September 2013

Puisi Seorang Teman #1


Pagi Fitri..
Entah..
Jauh disana, aku merasa gelisah..
Jangan kau Tanya, karna aku juga tak tau..
Berusaha memikirkannya aku lemah..
Entahlah.. (08 September 2013)

Sabtu, 07 September 2013

50 Menit


Penasaran ku tak tuntas hanya dengan 50 menit. Entah waktu yang merayap cepat, atau aku yang terlalu menyimak. Kau menginsipirasi. Beruntung sekali gadis berkerudung merah itu. Yang selalu kau tulis, seolah dengan darahmu. Bukan tinta. Meski aku masih selalu penasaran. Fiksikah ia ? ditengah-tengah garisan kalimatmu yang sunggung tergambar nyata.

Masa kecilmu, bagiku,  sempurna membuatmu mempunyai biografi perjalanan unik sampai akhir nya sekarang kau jadi wartawan. Kurasa benar kata orang itu (aku lupa namanya), yang menyebutmu lebih cocok jadi penulis. Kalau kau jadi wartawan, kupikir….. akan jadi goresan dramatis, namun tetap dengan lugasmu ! kau berbeda.

Bocah ingusan ini mengerti..



Em, iya. Aku paham. Meski tak sehebat kau.
Tak usah kau tarik garis sejelas itu..

Berani sekali aku. Bagaimana mungkin aku berfikir kita imbang ? bagaimana mungkin kuharapkan untuk habiskan tinta ini bersama ? Mengisinya kembali, dan sampai akhirnya tak dapat terisi lagi nanti..
wahai teman, detik ini juga kurasakan dunia yang hanya beberapa hari membuatku bergairah mengukir mimpi itu sirna lagi, gelap.

Untuk apa ku ayunkan jemari berkali-kali. Tak akan ada yang tergores sempurna. Hampa !

Ujian Kali ini



“Jangan mengaku beriman sebelum kamu diuji, itu kata Al-qur’an nduk..maka jangan mengaku menjadi peserta LK 2 terbaik cabang Depok sebelum kamu diuji, entah diuji dengan kadermu, kepengurusanmu dan ujian lainnya nanti”, kalimat pembuka yang disampaikan Om melalui telphone malam ini, tanpa berbasa-basi. Cukup menyiram kembali rasa optimisku akan rumitnya permasalahan kali ini.
Hanya tangis sesunggukan yang kuperintah untuk menjawab nasehat indah itu. Bukan iya, bukan pula tidak jawabku. Hanya segelintir airmata liar yang tak terlihat olehnya. Aku bersyukur karna aku tak perlu menyembunyikannya. Karna hampir tak pernah aku menangis didepan oranglain. Kecuali …………..