Bau
cat yang basah begitu menyengat dari teras kos-an tempat kami duduk. Malam ini
tak terlihat satupun kerlipan bintang, padahal langit menunjukkan wajah
pekatnya yang nyata. Dan aku, meski belum bisa percaya, ingin juga menyibak
awan gelap yang kau bilang ada banyak kilau bintang dibaliknya. Mungkin ia
malu, ataupun tak ingin disangka ragu. Apapun itu, yang jelas hari ini berjalan
begitu kaku.
Seseorang yang tak terlalu lihai menggunakan bibir dan suaranya untuk mengungkap apa yang tersimpan rapi dalam hati. Meski yang terlihat selama ini mungkin berbeda. Seseorang yang belajar menggores kisahnya sendiri,terinspirasi oleh seseorang teman. Teman yang tak mampu di imbanginya.
Selasa, 31 Desember 2013
Rabu, 25 Desember 2013
Aku diam dan menangis, bukan berarti tak memaafkan..
Berhenti sejenak
Kamu itu...
Terimakasih untuk itu, Ibu...
Lihatlah, aku mulai terbang bu
Berkat sayap yang coba Ibu bantu
untuk mengepakkannya
Terimakasih untuk itu..
Bu.. meski aku belum sepenuhnya
bintang
Lihatlah, aku mulai bersinar bu
Berkat cahaya yang coba Ibu bantu
untuk menerangkannya
Terimakasih untuk itu..
Langganan:
Komentar (Atom)