Lihatlah, aku mulai terbang bu
Berkat sayap yang coba Ibu bantu
untuk mengepakkannya
Terimakasih untuk itu..
Bu.. meski aku belum sepenuhnya
bintang
Lihatlah, aku mulai bersinar bu
Berkat cahaya yang coba Ibu bantu
untuk menerangkannya
Terimakasih untuk itu..
Bu.. meski aku belum sepenuhnya embun
Lihatlah, aku mulai meresap dengan
indahnya bu
Berkat tetesan kasih yang coba Ibu
bantu untuk percikkan
Terimakasih untuk itu..
Bu.. meski aku belum sepenuhnya
langit
Lihatlah, aku mulai menggores garis
cakrawalaku sendiri bu
Berkat garis biru nan elok yang coba
Ibu bantu untuk mengenalkannya
Terimakasih untuk itu..
Bu.. meski aku belum sepenuhnya malam
Lihatlah, aku coba mendamaikan dunia
dengan gelap bu
Berkat senja tenggelam yang coba Ibu
bantu untuk melelapkanku
Terimakasih untuk itu..
Bu.. meski aku belum sepenuhnya
pelangi
Lihatlah, aku mulai indah dengan
terangku bu
Berkat cahaya-cahaya yang coba Ibu
bantu untuk mengajarkannya
Terimakasih untuk itu..
Wahai ibuku.. meski kau bukan
sepenuhnya malaikat Tuhan
Lihatlah, aku mulai melihat sayapmu
bu
Dengarlah, aku mulai mendengar seruan
malaikat melalui bibirmu
Rasakanlah, belaian malaikatpun tak
sebanding dengan sentuhan satu jemarimu
Terimakasih untuk itu..
Ibu.. diantara berjuta kasih yang
diberikan Tuhan
Aku bersyukur kau, salah satu
malaikat Tuhan itu, diturunkan dari Surga untukku
Siti Fatimah, nama Tuhan untukknya
Dan aku mulai memangilnya.. Ibu..
Terimkasih untuk itu..
Malang,
22 Desember 2013 (10:03)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar