Rabu, 25 Desember 2013

Terimakasih untuk itu, Ibu...




Bu.. meski aku belum sepenuhnya merpati
Lihatlah, aku mulai terbang bu
Berkat sayap yang coba Ibu bantu untuk mengepakkannya
Terimakasih untuk itu..

Bu.. meski aku belum sepenuhnya bintang
Lihatlah, aku mulai bersinar bu
Berkat cahaya yang coba Ibu bantu untuk menerangkannya
Terimakasih untuk itu..


Bu.. meski aku belum sepenuhnya embun
Lihatlah, aku mulai meresap dengan indahnya bu
Berkat tetesan kasih yang coba Ibu bantu untuk percikkan
Terimakasih untuk itu..

Bu.. meski aku belum sepenuhnya langit
Lihatlah, aku mulai menggores garis cakrawalaku sendiri bu
Berkat garis biru nan elok yang coba Ibu bantu untuk mengenalkannya
Terimakasih untuk itu..

Bu.. meski aku belum sepenuhnya malam
Lihatlah, aku coba mendamaikan dunia dengan gelap bu
Berkat senja tenggelam yang coba Ibu bantu untuk melelapkanku
Terimakasih untuk itu..

Bu.. meski aku belum sepenuhnya pelangi
Lihatlah, aku mulai indah dengan terangku bu
Berkat cahaya-cahaya yang coba Ibu bantu untuk mengajarkannya
Terimakasih untuk itu..

Wahai ibuku.. meski kau bukan sepenuhnya malaikat Tuhan
Lihatlah, aku mulai melihat sayapmu bu
Dengarlah, aku mulai mendengar seruan malaikat melalui bibirmu
Rasakanlah, belaian malaikatpun tak sebanding dengan sentuhan satu jemarimu
Terimakasih untuk itu..

Ibu.. diantara berjuta kasih yang diberikan Tuhan
Aku bersyukur kau, salah satu malaikat Tuhan itu, diturunkan dari Surga untukku
Siti Fatimah, nama Tuhan untukknya
Dan aku mulai memangilnya.. Ibu..
Terimkasih untuk itu..

Malang, 22 Desember 2013 (10:03)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar