Sabtu, 07 Desember 2013

Beautiful Rain on December


Hujan ini datang lagi. Sama seperti kemaren. Hanya saja aku tak lagi memikirkanmu. Meski aku masih tak tau apakah hujan turun dalam bentuk seperti benang ataupun ia berbentuk butiran-butiran. Aku melupakanmu. Sebentar lagi. Aku butuh waktu sebentar lagi, teman.. dan aku akan bisa. Menikmati hujan seperti dulu. Dengan indah yang memantul sempurna hanya dariku, tak akan ada lagi bayangmu.. hujan itu indah bukan? Seindah hidup ini teman.. semoga kau menyadarinya.

Aku hanya tak ingin melewatkan saat ini untuk menulis goresan indah, yang ku akui atau tidak ini tertuju padamu, menemani turunnya rintik hujan. Wahhh… indah… ia turun begitu anggun meski tak tau akan berakhir dimana. Bahagia atau tidak nantinya. Rintik itu tetap turun menjadi tetes yang kadang tak segan untuk singgah ke jendela kamarku yang sedikit berhias debu. Tetap saja, ia tetap terlihat anggun. Mengertikah kau teman?
Hingga detik ini, hingga kutulis goresan ini. Belum sedikitpun kata kutemukan untuk menemukan indahmu. Seakan ia tak ingin sedikitpun diartikan olehku. Benarkah..? entahlah :) aku menulis ini dengan senyum hingga titik terakir nanti berheti tepat sebelum satu kata yang kuanggap indah.
Bukan kesadaran. Bukan itu yang mampu membuat jariku berlari cepat menulis ini. Dengan setengah tidak sadar dan kebahagiaan ditengah hujan. Hanya dengan itu. Aku bangkit teman. Kau benar. I have everything, and thank you for remind me. Karna hujan akan tetap indah walau hanya ada aku.
Lihatlah, sebentar saja. Lihat keluar jendelamu. Meski bertarung dengan waktu bukan sesuatu yang mudah. Aku, terkadang, mencoba membiarkan hujan menerpa sedikit bagian wajahku. Dimanapun ia suka. Kadang juga, dengan sengaja, ku lebarkan jemari  menyambutnya hangat. Ia akan meredakan lelahmu, mengindahkan harimu, menenangkan batinmu, pasti. Saat ia turun, biarkan saja.. karena ia akan tetap begitu. Jangan coba menghalaunya. Ia takkan meninggalkan duka, sepertimu, hanya kenangan indah bahwa ia pernah ada.
Untuk turun atau tidak itu memang hak sang rintik.. tapi untuk bahagia atau tidak, itu hak ku :) bukan begitu teman?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar