Aku hanya tak ingin melewatkan saat ini untuk menulis
goresan indah, yang ku akui atau tidak ini tertuju padamu, menemani turunnya
rintik hujan. Wahhh… indah… ia turun begitu anggun meski tak tau akan berakhir
dimana. Bahagia atau tidak nantinya. Rintik itu tetap turun menjadi tetes yang
kadang tak segan untuk singgah ke jendela kamarku yang sedikit berhias debu.
Tetap saja, ia tetap terlihat anggun. Mengertikah kau teman?
Hingga detik ini, hingga kutulis goresan ini. Belum
sedikitpun kata kutemukan untuk menemukan indahmu. Seakan ia tak ingin sedikitpun
diartikan olehku. Benarkah..? entahlah :) aku menulis ini dengan senyum hingga titik terakir
nanti berheti tepat sebelum satu kata yang kuanggap indah.
Bukan kesadaran. Bukan itu yang mampu membuat jariku
berlari cepat menulis ini. Dengan setengah tidak sadar dan kebahagiaan ditengah
hujan. Hanya dengan itu. Aku bangkit teman. Kau benar. I have everything, and
thank you for remind me. Karna hujan akan tetap indah walau hanya ada aku.
Lihatlah, sebentar saja. Lihat keluar jendelamu. Meski
bertarung dengan waktu bukan sesuatu yang mudah. Aku, terkadang, mencoba membiarkan
hujan menerpa sedikit bagian wajahku. Dimanapun ia suka. Kadang juga, dengan
sengaja, ku lebarkan jemari menyambutnya
hangat. Ia akan meredakan lelahmu, mengindahkan harimu, menenangkan batinmu,
pasti. Saat ia turun, biarkan saja.. karena ia akan tetap begitu. Jangan coba
menghalaunya. Ia takkan meninggalkan duka, sepertimu, hanya kenangan indah
bahwa ia pernah ada.
Untuk turun atau tidak itu memang hak sang rintik..
tapi untuk bahagia atau tidak, itu hak ku :) bukan begitu teman?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar